Day: October 14, 2026

Berikut hasil pencarian Anda. Jika Anda tidak menemukan yang Anda cari, coba gunakan kata kunci lain atau hubungi kami.

Pemprov Bengkulu Matangkan Persiapan Gebyar Semarak Merah Putih 2026, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mematangkan persiapan pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–19 November 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Bengkulu yang diharapkan dapat berlangsung meriah dan sukses. Pemantapan persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, di Ruang Rapat Merah Putih Lantai 2 Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (13/10/2026). Rapat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana. Berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan dibahas agar setiap pihak yang terlibat dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal. Dalam arahannya, R.A. Denni menekankan pentingnya kesiapan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam mendukung pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih 2026. Ia meminta setiap OPD melakukan persiapan secara maksimal serta meningkatkan koordinasi agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipenuhi dengan baik. “Seluruh OPD terkait diharapkan dapat mempersiapkan segala kebutuhan secara maksimal dan memperkuat koordinasi, sehingga pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana,” ujar Denni. Menurutnya, sinergi antarpihak menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan kegiatan tersebut. Dengan pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang baik, berbagai kebutuhan penyelenggaraan diharapkan dapat dipersiapkan secara terencana sehingga pelaksanaan acara dapat berjalan tertib dan sesuai jadwal. Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Hendra Gunawan, menyampaikan bahwa koordinasi antarpihak harus terus diperkuat untuk memastikan seluruh persiapan berjalan terarah. Hal tersebut mencakup tahapan perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan, sehingga setiap unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang sama terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing. “Setiap pihak perlu memastikan kesiapan dan menjalankan tugas masing-masing dengan baik. Dengan koordinasi yang solid, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan dapat terlaksana secara tertib dan sesuai jadwal,” ujar Hendra. Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri pihak Event Organizer (EO) CV Swana Karya yang direncanakan terlibat dalam penyelenggaraan Gebyar Semarak Merah Putih 2026. Kehadiran pihak EO menjadi bagian dari pembahasan persiapan guna menyelaraskan kebutuhan penyelenggaraan dengan rencana kegiatan yang telah disusun oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Melalui rapat ini, Pemprov Bengkulu berupaya memastikan setiap aspek persiapan dapat ditangani dengan baik melalui koordinasi dan kerja sama seluruh pihak terkait. Dengan persiapan yang matang, Gebyar Semarak Merah Putih 2026 diharapkan dapat terlaksana secara lancar, tertib, dan sesuai jadwal, sekaligus menjadi bagian dari kemeriahan peringatan HUT Provinsi Bengkulu. (Koko/MC)

Read More »

BRIEF 2026 Resmi Dibuka, Pemprov Bengkulu Perkuat Investasi dan Perluas Jangkauan Ekspor

Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong peningkatan investasi dan memperluas akses pasar internasional bagi produk unggulan daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bencoolen Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026 yang dibuka Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, di Mercure Hotel Bengkulu. (12/10/2026) Forum yang mengusung tema “Connecting Opportunities, Driving Economic Transformation” ini menjadi wadah pertemuan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan mitra bisnis internasional. Turut Hadir Bupati Walikota, Asisten II Provinsi Bengkulu, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Bengkulu, kepala OPD Provinsi Bengkulu, Kepala OPD kabupaten kota se-Provinsi Bengkulu, Sekda kabupaten Kota, Perwakilan perbankan, serta sejumlah perwakilan mitra usaha dari Tunisia, Jepang, Korea Selatan, Pakistan, dan Malaysia turut hadir untuk menjajaki peluang kerja sama ekonomi. Dalam sambutannya, Mian menyampaikan bahwa investasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat struktur ekonomi daerah agar semakin produktif dan berdaya saing. Hingga triwulan II 2026, realisasi investasi di Provinsi Bengkulu tercatat mencapai Rp2,85 triliun atau 49,67 persen dari target tahunan sebesar Rp5,75 triliun. Menurut Mian, capaian tersebut perlu terus ditingkatkan melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha. Ia menegaskan bahwa potensi ekonomi Bengkulu terbuka untuk dikembangkan melalui investasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen memberikan kemudahan pelayanan investasi melalui DPMPTSP, mulai dari proses perizinan hingga realisasi. Kami terbuka bagi investor dalam dan luar negeri untuk bersama-sama mengembangkan potensi daerah,” ujar Mian. Ia juga berharap investasi yang masuk dapat memperkuat usaha lokal, mengembangkan sektor-sektor produktif, serta meningkatkan kemampuan produk unggulan Bengkulu untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional. Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan mitra internasional diperlukan agar potensi ekonomi Bengkulu dapat dimanfaatkan secara optimal. Wahyu menjelaskan bahwa pengembangan investasi harus berjalan seiring dengan peningkatan perdagangan. Menurutnya, promosi yang efektif, perluasan akses pasar, serta hubungan bisnis yang semakin kuat menjadi faktor penting dalam membuka peluang baru bagi pelaku usaha daerah. Ia menambahkan, BRIEF 2026 diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan investor dengan potensi usaha yang tersedia di Bengkulu. Melalui forum ini, produk unggulan daerah diharapkan semakin dikenal, jangkauan ekspor bertambah luas, dan investasi dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dari sisi perdagangan luar negeri, data ekspor nonmigas periode Januari–Agustus 2026 yang dipaparkan dalam forum menunjukkan India menjadi negara tujuan ekspor terbesar Bengkulu, dengan nilai US$21,97 juta. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai US$13,46 juta. Pakistan juga mencatatkan peningkatan nilai ekspor dari US$3,68 juta pada Januari–Agustus 2025 menjadi US$9,32 juta pada periode yang sama tahun 2026. Di sisi lain, ekspor ke Filipina mengalami penurunan dari US$9,79 juta menjadi US$7,77 juta. Penurunan juga terjadi pada ekspor ke kawasan ASEAN, dari US$29,62 juta pada Januari–Agustus 2025 menjadi US$11,59 juta pada periode yang sama tahun 2026. Melalui BRIEF 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap peluang investasi dan perdagangan dapat terus dikembangkan, sehingga potensi daerah semakin optimal, pasar produk lokal semakin luas, dan pertumbuhan ekonomi mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (Koko/MC)

Read More »

Bencoolen Fest 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp1 Miliar, Pemprov Bengkulu Dorong UMKM Perluas Pasar

BENGKULU – Bencoolen Fest 2026 resmi ditutup pada Minggu (11/10/2026) di Bencoolen Mall, Kota Bengkulu. Selama tiga hari pelaksanaan, festival yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu ini berhasil menarik lebih dari 22.000 pengunjung dan mencatat nilai transaksi mencapai Rp1.029.893.000. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Hendra Gunawan, S.E., M.Si., hadir mewakili Gubernur Bengkulu. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus upaya memperluas akses pasar bagi produk unggulan daerah. Bencoolen Fest 2026 diikuti oleh 25 pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari wastra, makanan dan minuman, hingga kerajinan tangan khas Bengkulu. Antusiasme masyarakat yang mengunjungi stan pelaku usaha menunjukkan besarnya peluang produk lokal untuk semakin dikenal dan diminati oleh pasar. Selain mencatat transaksi penjualan yang cukup besar, kegiatan ini juga menghasilkan kesepakatan business matching antara Kelompok Tani Paksi Jaya dan PT Alko Sumatera Kopi bersama para agregator serta calon pembeli. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat rantai pemasaran dan memperluas jangkauan produk unggulan Bengkulu. Dari sisi sosial, gerai Wakafein berhasil menghimpun dana wakaf sebesar Rp6.781.000 selama tiga hari pelaksanaan. Dana tersebut direncanakan akan disalurkan kepada Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Bengkulu untuk mendukung program wakaf produktif berupa budidaya lele dalam keramba. Hendra Gunawan menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, pemerintah kabupaten dan kota, perbankan, panitia, serta seluruh pelaku UMKM yang telah berkontribusi menyukseskan Bencoolen Fest 2026. Menurutnya, keberhasilan festival tidak hanya diukur dari besarnya nilai transaksi, tetapi juga dari terbukanya peluang usaha dan terjalinnya hubungan antara pelaku UMKM dengan calon pembeli. Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa pertemuan antara pelaku usaha dan pembeli selama festival dapat berlanjut menjadi kerja sama yang berkesinambungan. Pelaku UMKM yang produknya telah siap memasuki pasar yang lebih luas perlu terus didampingi, sementara pelaku usaha yang masih membutuhkan pengembangan harus dibina agar mampu bersaing pada kesempatan berikutnya. Hendra juga mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak hanya berfokus pada tampilan kemasan produk, tetapi turut menjaga kualitas, ketepatan waktu pengiriman, serta kepercayaan konsumen. Menurutnya, kemampuan menjaga mutu dan memberikan pelayanan yang dapat diandalkan merupakan faktor penting untuk memenangkan persaingan di pasar yang lebih besar. Pemerintah Provinsi Bengkulu, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan Bank Indonesia dan berbagai mitra terkait untuk memperluas pemasaran produk lokal, baik di tingkat nasional maupun menuju pasar ekspor. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Bencoolen Fest diharapkan tidak sekadar menjadi ajang promosi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat Bengkulu. Dengan berakhirnya Bencoolen Fest 2026, diharapkan berbagai peluang dan jejaring bisnis yang telah terbentuk dapat terus berkembang sehingga produk unggulan Bengkulu semakin kompetitif dan mampu menembus pasar yang lebih luas.(Koko)

Read More »