Bencoolen Fest 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp1 Miliar, Pemprov Bengkulu Dorong UMKM Perluas Pasar

BENGKULU – Bencoolen Fest 2026 resmi ditutup pada Minggu (11/10/2026) di Bencoolen Mall, Kota Bengkulu. Selama tiga hari pelaksanaan, festival yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu ini berhasil menarik lebih dari 22.000 pengunjung dan mencatat nilai transaksi mencapai Rp1.029.893.000.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Hendra Gunawan, S.E., M.Si., hadir mewakili Gubernur Bengkulu. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus upaya memperluas akses pasar bagi produk unggulan daerah.

Bencoolen Fest 2026 diikuti oleh 25 pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari wastra, makanan dan minuman, hingga kerajinan tangan khas Bengkulu. Antusiasme masyarakat yang mengunjungi stan pelaku usaha menunjukkan besarnya peluang produk lokal untuk semakin dikenal dan diminati oleh pasar.

Selain mencatat transaksi penjualan yang cukup besar, kegiatan ini juga menghasilkan kesepakatan business matching antara Kelompok Tani Paksi Jaya dan PT Alko Sumatera Kopi bersama para agregator serta calon pembeli. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat rantai pemasaran dan memperluas jangkauan produk unggulan Bengkulu.

Dari sisi sosial, gerai Wakafein berhasil menghimpun dana wakaf sebesar Rp6.781.000 selama tiga hari pelaksanaan. Dana tersebut direncanakan akan disalurkan kepada Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Bengkulu untuk mendukung program wakaf produktif berupa budidaya lele dalam keramba.

Hendra Gunawan menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, pemerintah kabupaten dan kota, perbankan, panitia, serta seluruh pelaku UMKM yang telah berkontribusi menyukseskan Bencoolen Fest 2026. Menurutnya, keberhasilan festival tidak hanya diukur dari besarnya nilai transaksi, tetapi juga dari terbukanya peluang usaha dan terjalinnya hubungan antara pelaku UMKM dengan calon pembeli.

Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa pertemuan antara pelaku usaha dan pembeli selama festival dapat berlanjut menjadi kerja sama yang berkesinambungan. Pelaku UMKM yang produknya telah siap memasuki pasar yang lebih luas perlu terus didampingi, sementara pelaku usaha yang masih membutuhkan pengembangan harus dibina agar mampu bersaing pada kesempatan berikutnya.

Hendra juga mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak hanya berfokus pada tampilan kemasan produk, tetapi turut menjaga kualitas, ketepatan waktu pengiriman, serta kepercayaan konsumen. Menurutnya, kemampuan menjaga mutu dan memberikan pelayanan yang dapat diandalkan merupakan faktor penting untuk memenangkan persaingan di pasar yang lebih besar.

Pemerintah Provinsi Bengkulu, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan Bank Indonesia dan berbagai mitra terkait untuk memperluas pemasaran produk lokal, baik di tingkat nasional maupun menuju pasar ekspor. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Bencoolen Fest diharapkan tidak sekadar menjadi ajang promosi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat Bengkulu.

Dengan berakhirnya Bencoolen Fest 2026, diharapkan berbagai peluang dan jejaring bisnis yang telah terbentuk dapat terus berkembang sehingga produk unggulan Bengkulu semakin kompetitif dan mampu menembus pasar yang lebih luas.(Koko)

Picture of biroekosda_editor

biroekosda_editor

Komentar